Perkuat Ekonomi Kreatif, JKF 2026 Dorong Digitalisasi UMKM Jakarta

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:38:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. (Foto: NET)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menaruh harapan besar agar perhelatan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 mampu memacu penguatan sektor ekonomi kreatif, memberdayakan UMKM, serta mempercepat digitalisasi ekonomi.

Pramono juga berharap JKF 2026 semakin memantapkan posisi Jakarta sebagai kota global yang modern, kreatif, inklusif, dan kompetitif dalam menyambut usia 500 tahun kota ini.

“Saya merasakan bahwa ekonomi kreatif memang merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi. Dalam forum gubernur dan wali kota dunia yang saya hadiri beberapa waktu lalu, pesan yang disampaikan juga sama, yaitu ekonomi kreatif akan mengubah wajah kota maupun provinsi yang bersangkutan,” ujar Pramono di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Di sisi lain, Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menyebut Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi nasional yang berkontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Pada triwulan I-2026, ekonomi DKI Jakarta mencatatkan pertumbuhan 5,59 persen secara tahunan (year-on-year), angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,95 persen pada periode yang sama tahun lalu.

“Kinerja tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan sektor jasa, terutama perdagangan, informasi dan komunikasi, serta akomodasi makan dan minum. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, diperlukan sinergi bersama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penguatan permintaan domestik,” jelas Iwan.

Guna mendukung target tersebut, Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK Jabodebek, serta berbagai pihak strategis untuk menggelar puncak acara JKF 2026 pada 4-5 Juli mendatang di Istora Senayan.

Mengangkat tema “A Creative Movement for a Sustainable Global City” dengan slogan “INXPIRE: Innovate, Explore, Empower” serta semangat #JagaJakarta, JKF 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk memajukan ekonomi Jakarta, khususnya sektor ekonomi kreatif.

Iwan menambahkan bahwa puncak acara JKF 2026 menyediakan ruang kolaborasi melalui tiga pilar utama: olahraga, musik, dan film. Berbagai rangkaian kegiatan yang akan diadakan mencakup JKF Padel Competition, aktivasi gaya hidup olahraga, Band Competition, Swara Bankers, dan Jakarta Youth Film Festival (JYFF).

“Melalui Jakarta Youth Film Festival, kami ingin membuka ruang bagi sineas muda Jakarta untuk menampilkan karya terbaiknya. Industri perfilman memiliki dampak pengganda ekonomi yang besar terhadap sektor jasa, seperti pariwisata, perdagangan, transportasi, informasi dan komunikasi, serta akomodasi makan dan minum,” terang Iwan.

Selain itu, JKF 2026 akan menyajikan sejumlah aktivitas pendukung seperti pameran produk UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, edukasi literasi ekonomi syariah, festival pertanian perkotaan, serta pengembangan produk olahan pangan.

Terkini