Kepemilikan Asing di SRBI Capai Rp238 T, BI: Rupiah Makin Kuat

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:22:01 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa lonjakan minat investor asing terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah.

Hingga 15 Juni 2026, total outstanding SRBI mencapai Rp1.021,1 triliun, dengan kepemilikan oleh pihak nonresiden menyentuh angka Rp238,1 triliun atau mencakup 23,3 persen dari total nilai yang beredar. 

Dampaknya, nilai tukar rupiah per Rabu (17/6) berhasil menguat sebesar 0,76 persen secara point-to-point dibanding akhir Mei 2026, ke level Rp17.730 per dolar AS.

"Posisi SRBI pada 15 Juni 2026 tercatat sebesar Rp1.021,1 triliun dengan kepemilikan nonresiden yang meningkat menjadi Rp238,1 triliun, atau 23,3 persen dari total outstanding, sehingga turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Perry menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini didorong oleh berbagai langkah stabilisasi BI di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya permintaan valas korporasi domestik. Strategi yang dijalankan meliputi:

Penyesuaian Suku Bunga SRBI: Menaikkan imbal hasil tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing.

Intervensi Pasar Valas: Memperkuat intensitas intervensi di pasar spot, DNDF domestik, serta NDF offshore.

Insentif Lindung Nilai: Penurunan biaya swap lindung nilai sebesar 10 persen bagi investor asing.

Perluasan Instrumen: Optimalisasi instrumen valas dalam mata uang yuan (CNH) sejalan dengan program Local Currency Transaction (LCT).

Bank Indonesia meyakini prospek nilai tukar rupiah akan tetap stabil dan cenderung menguat ke depan. 

Optimisme ini ditopang oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas moneter, tawaran imbal hasil yang kompetitif bagi investor, serta fundamental pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid.

Terkini