Menaker Perkuat Inklusivitas Program Magang Nasional 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 21:06:31 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan komitmennya agar program Magang Nasional (MagangHub) terus bersikap inklusif terhadap seluruh calon peserta, termasuk bagi lulusan baru perguruan tinggi yang merupakan penyandang disabilitas.

“Kami juga ingin memberikan kesempatan yang sama, karena ini adalah tugas kami di Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan sesuatu layanan yang sifatnya itu equal access untuk semua,” ungkap Menaker Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026). 

Ia menuturkan bahwa pada penyelenggaraan Magang Nasional tahun 2025, pihaknya telah menyediakan kuota khusus bagi peserta disabilitas.

“Alhamdulillah, walaupun masih dalam jumlah yang terbatas, tapi kami ingin kesempatan itu juga dimiliki oleh adik-adik lulusan perguruan tinggi dari yang difabel atau disabilitas,” tutur dia.

Selanjutnya, Yassierli menjelaskan bahwa Kemnaker menerapkan pendekatan afirmatif dan menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk menjaring calon peserta Magang Nasional 2025 dari kalangan disabilitas.

“Sebagian ada yang kemudian memang kami afirmatif untuk bisa ikut program magang. Di Kemnaker sendiri kami punya beberapa peserta magang yang difabel,” jelas Menaker.

Tidak hanya mengutamakan inklusivitas kepesertaan, Yassierli juga menyatakan bahwa Kemnaker berupaya mendorong pemerataan pelaksanaan Magang Nasional, baik dari sisi wilayah maupun latar belakang program studi.

“Terkait dengan sebaran peserta magang pada angkatan 1, yang masih banyak itu adalah di Pulau Jawa, dan lebih spesifik lagi di Jakarta,” ucap Menaker.

“Kedua, terkait dengan juga sebaran dari program studi dari latar belakang adik-adik peserta magang, ini nanti kami juga ingin memberikan kesempatan yang sama,” tambah dia.

Sementara itu, tahap awal pelaksanaan Magang Nasional tahun 2026 dijadwalkan akan dimulai pada Juli mendatang, dengan target mencapai sekitar 50 ribu peserta. Program tersebut nantinya akan diselenggarakan secara bertahap sampai mencapai target nasional sebanyak 150 ribu peserta.

Terkini