Implementasi 7 KAIH Optimalkan Pendidikan Karakter di SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 | 19:02:01 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Foto: NET)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa penerapan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) berperan penting dalam meningkatkan pendidikan karakter peserta didik di Satuan Pendidikan Non-Formal (SPNF), termasuk sekolah rumah (home schooling) yang berada di bawah naungan PKBM.

Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana, mengungkapkan bahwa dalam home schooling, keluarga merupakan lingkungan pembiasaan perdana dan utama yang menjadi acuan bagi para murid.

“Lingkungan keluarga bukanlah sekedar sebuah lembaga, melainkan tempat di mana pembiasaan baik pertama kali dihidupkan dan dicontohkan. Peran orang tua sangat vital untuk memastikan nilai-nilai 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini benar-benar diterapkan dan menjadi kebiasaan yang baik dalam keseharian,” tegas I Gusti Made Ardana dalam webinar bertajuk "Solusi Seri Praktik Baik Penerapan 7 KAIH di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF)" di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

I Gusti Made Ardana menambahkan bahwa SPNF memiliki posisi strategis untuk mendukung keterampilan sosial serta kemandirian murid melalui pendekatan belajar yang kontekstual, fleksibel, dan adaptif. 

Oleh karena itu, home schooling yang berafiliasi dengan PKBM perlu melibatkan orang tua secara aktif karena seluruh proses pembelajaran berlangsung di dalam rumah.

“Upaya dari satuan pendidikan tentu harus berjalan beriringan dengan keterlibatan aktif para orang tua, dimana keluarga memegang tanggung jawab moral yang paling mendasar dalam pembimbingan anak-anak. Kami sangat berharap seluruh SPNF bersinergi dengan para orang tua dapat mengimplementasikan 7 KAIH,” ungkapnya.

Di sisi lain, praktisi home schooling dari Rumah Belajar 4 Jagoan, Mila Fitrina, menyatakan bahwa keberhasilan 7 KAIH memerlukan penerapan yang berkelanjutan, kesadaran, serta pencatatan jurnal yang konsisten agar hasilnya dapat diukur. 

Menurutnya, implementasi 7 KAIH sangat krusial bagi sekolah rumah karena orang tua berperan sebagai guru utama sekaligus teladan bagi anak-anaknya.

“Dari pembiasaan itu akan menjadi kebiasaan, dari kebiasaan menjadi karakter, dan dari karakter akan tercipta peradaban sehingga pembentukan karakter itu tercipta melalui ritme aktivitas sehari-hari hingga nanti menjadi ritme keluarga,” jelas Mila.

Sebagai informasi, Gerakan 7 KAIH yang diinisiasi oleh Kemendikdasmen mencakup tujuh aktivitas utama, yakni: bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

Terkini