Dokter Ingatkan Bahaya Kortikosteroid dalam Jamu Penggemuk Instan

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:55:31 WIB
Ilustrasi - Jamu/ vitamin penggemuk. (Foto: NET)

JAKARTA – Jamu masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat untuk menjaga kebugaran maupun mengobati keluhan kesehatan tertentu. Namun, publik diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap produk jamu yang menawarkan efek instan, termasuk jenis jamu penggemuk badan.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si, menekankan pentingnya berhati-hati terhadap produk yang menjanjikan hasil cepat karena adanya kemungkinan kandungan bahan kimia obat tersembunyi yang tidak tertera pada kemasan. 

Salah satu temuan yang kerap ditemukan dalam jamu ilegal adalah zat kortikosteroid.

"Kami harus berhati-hati terhadap produk yang menjanjikan hasil cepat, terutama jika tidak jelas asal-usul dan legalitasnya," ujar dr. Inggrid dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan RI (@kemenkes_ri), Selasa (16/6/2026).

Masyarakat sering kali tertarik menggunakan jamu penggemuk demi meningkatkan berat badan secara drastis. Padahal, kenaikan tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi tubuh yang lebih sehat. 

Produk yang dicampur kortikosteroid dapat memicu nafsu makan berlebih sehingga berat badan naik secara cepat. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai efektivitas produk, padahal dampak tersebut berasal dari bahan kimia obat yang tidak seharusnya ada dalam ramuan jamu.

Dokter Inggrid menjelaskan bahwa kortikosteroid merupakan obat yang memerlukan pengawasan ketat dari tenaga medis. Ketidaktahuan konsumen mengenai kandungan zat ini membuat mereka mengonsumsinya secara terus-menerus tanpa menyadari potensi risikonya. 

"Konsumen sering merasa tubuhnya lebih enak atau berat badannya naik, padahal bisa saja ada kandungan bahan kimia obat di dalamnya," tambah dr. Inggrid. 

Penggunaan jangka panjang tanpa supervisi medis dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Terkait maraknya testimoni di media sosial, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada pengalaman pribadi orang lain karena respons tubuh setiap individu berbeda. 

Sangat disarankan untuk selalu memeriksa izin edar BPOM melalui layanan resmi dan bersikap kritis terhadap klaim kesehatan yang tidak logis.

Bagi yang ingin menaikkan berat badan, dr. Inggrid menyarankan untuk mencari penyebab mendasar, baik dari pola makan maupun masalah kesehatan tertentu, serta berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.

"Jangan mudah tergoda dengan klaim yang belum tentu benar. Pastikan produk yang digunakan aman dan berasal dari sumber yang terpercaya," tutup dr. Inggrid. 

Langkah preventif dengan mengandalkan informasi resmi dan produk berizin menjadi kunci agar manfaat jamu tetap terjaga tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Terkini