Smart Ring AI Hadir di Indonesia, Pantau Gula Darah Tanpa Tusuk Jari

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:36:31 WIB
Tampilan LIF Core Smart Ring. (Foto: NET)

JAKARTA – Tingginya angka penyandang diabetes di Indonesia yang telah melampaui 20 juta orang dewasa memicu kebutuhan akan metode deteksi dini yang lebih praktis dan mudah dijangkau. 

Menjawab tantangan tersebut, teknologi pemantauan gula darah non-invasif berbasis kecerdasan buatan (AI) kini hadir di pasar domestik melalui perangkat smart ring.

Inovasi ini diperkenalkan lewat kerja sama strategis antara perusahaan kesehatan digital LIF Indonesia dan firma teknologi asal Singapura, Actxa. 

Keduanya resmi menghadirkan LIF Core Smart Ring di Indonesia, di mana LIF bertindak sebagai mitra eksklusif dalam pemasaran serta integrasi sistem perangkat ke platform digital mereka.

Selain memantau aktivitas fisik dan kualitas tidur, keunggulan utama perangkat ini adalah fitur AI-Glucose Scan. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan estimasi tren kadar gula darah tanpa perlu mengambil sampel darah dengan jarum.

Chief Executive Officer (CEO) LIF Indonesia, Lina Sugianto, menjelaskan bahwa teknologi ini telah melalui proses pengujian dan validasi klinis yang melibatkan Rumah Sakit UKRIDA, Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), serta tim dari LIF Indonesia. 

Pengujian mencakup 885 partisipan di Indonesia, dengan lebih dari separuh peserta merupakan penyandang diabetes. Hasil penelitian ini juga telah mendapatkan validasi akademik internasional melalui publikasi di jurnal ilmiah yang dapat diakses lewat PubMed.

Kerja sama dengan Actxa merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan preventif. 

“Kolaborasi dengan Actxa merupakan langkah nyata LIF dalam memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi kesehatan preventif. Ini juga menjadi bagian dari visi kami untuk menghadirkan digital health coach personal yang selalu menemani pengguna setiap hari,” ujar Lina, Rabu (17/6/2026).

CEO Actxa Pte Ltd, Marcus Soo, menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar teknologi kesehatan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat. 

"Kolaborasi itu bukan hanya tentang menghadirkan perangkat wearable baru, melainkan juga membantu masyarakat memahami kondisi kesehatannya melalui insight berbasis data yang relevan dengan kehidupan sehari-hari," kata Marcus.

Secara spesifikasi, LIF Core Smart Ring menggunakan material titanium dengan bobot kurang dari 4 gram. Selain tren gula darah, perangkat ini mampu melacak indikator kesehatan lain seperti durasi dan kualitas tidur, detak jantung, saturasi oksigen darah (SpO2), estimasi VO2 Max, hingga aktivitas fisik. 

Semua data disinkronkan ke aplikasi LIF untuk diolah menjadi informasi kesehatan harian pengguna.

Saat ini, LIF Core Smart Ring dipasarkan dengan harga Rp 3.999.000 melalui kanal daring resmi serta jaringan ritel fisik, termasuk Erafone di wilayah Jabodetabek dan mitra penjualan di Bali. 

Perlu dicatat, perangkat ini diklasifikasikan sebagai pelacak kebugaran (wellness tracker). Data yang dihasilkan merupakan estimasi untuk mendukung edukasi gaya hidup sehat dan tidak ditujukan sebagai alat diagnosis, pengobatan, atau pengganti konsultasi medis profesional.

Terkini