BCA Syariah Tetap Waspada Meski Geopolitik Global Mereda

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:36:31 WIB
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyatakan bahwa pihak perbankan masih harus memantau perkembangan ekonomi, terutama di dalam negeri, kendatipun konflik geopolitik internasional mulai menunjukkan penurunan ketegangan.

Hal tersebut diutarakan Yuli saat acara Media Gathering BCA Syariah – Sinergi Inklusivitas Bersama Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). 

“Tentu tantangannya banyak ya, terutama juga bagaimana untuk terus mencermati kondisi ekonomi ya. Khususnya [masyarakat] menengah, kalau menengah, menengah bawah dan sebagainya,” tutur Yuli, dikutip pada Selasa (16/6/2026).

Walau demikian, ia optimis bahwa prospek industri perbankan masih menunjukkan tren yang baik. Hal ini dikarenakan Indonesia masih dipandang sebagai pasar yang menjanjikan bagi para investor, sehingga perbankan dituntut lebih responsif dalam memahami perubahan situasi serta kebutuhan para nasabah. 

“Jadi prospek masih ada, cuma kaminya yang mesti lebih tanggap dan lebih mencermati dinamikanya,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa telah tercapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, yang disusul dengan pembukaan kembali Selat Hormuz. 

Lewat unggahan di Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut telah final dan AS telah mengakhiri blokade angkatan laut pada jalur pengiriman vital minyak dunia tersebut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir,” ujarnya pada Senin (15/6/2026).

Menurutnya, perjanjian tersebut diharapkan mampu menghadirkan stabilitas dan keamanan di wilayah Timur Tengah. Trump juga memberikan sinyal mengenai kemungkinan adanya perjanjian perdamaian yang lebih komprehensif dengan Iran di masa mendatang. “Selamat kepada semua pihak,” tambah Trump.

Terkini