JAKARTA - PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen produk makanan merek Inaco, resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Langkah ini menjadikan JELI sebagai perusahaan kedua yang melakukan IPO pada tahun 2026, setelah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026.
Dalam prospektus yang diterbitkan, JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham kepada publik atau setara dengan 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor.
Harga penawaran ditetapkan di kisaran Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham, sehingga perusahaan berpotensi meraup dana segar hingga Rp 392 miliar.
Masa penawaran awal (book building) dijadwalkan berlangsung pada 15–22 Juni 2026, dengan target tanggal efektif OJK pada 29 Juni 2026.
Sementara itu, masa penawaran umum akan dilakukan pada 1–3 Juli 2026, dan pencatatan saham perdana (listing) di BEI ditargetkan pada 7 Juli 2026.
PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini.
Dana hasil IPO tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk empat pos utama:
Penyertaan modal (51,04%): Diberikan kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), dalam bentuk ekuitas untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan jelly.
Belanja modal (18,36%): Digunakan untuk pembelian mesin guna meningkatkan kapasitas gudang dan mempercepat logistik.
Pembayaran utang (10,63%): Untuk melunasi sebagian pokok utang jangka pendek (KMK 1 dan KMK 2) kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Modal kerja (19,97%): Digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha perusahaan.