Xiaomi Ekspansi ke EREV, Siapkan SUV Baru di Bawah Merek Skynomad

Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:55:02 WIB
Ilustrasi - Siluet Mobil listrik Xiaomi. (Foto: NET)

JAKARTA - Xiaomi dikabarkan bakal memperluas cakupan bisnis otomotifnya dengan merambah segmen kendaraan listrik jarak jauh atau extended-range electric vehicle (EREV), setelah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Dilansir dari siaran Arena EV Jumat (12/6) waktu setempat, langkah ini menjadi pergeseran signifikan bagi perusahaan teknologi asal China itu yang sebelumnya lebih memusatkan perhatian pada kendaraan listrik murni.

Walaupun memanfaatkan motor listrik dan baterai sebagai penggerak utama, mobil EREV dibekali mesin pembakaran internal berukuran ringkas yang berperan sebagai generator untuk mengisi kembali daya baterai saat kapasitasnya menipis.

Teknologi ini disebut mampu mengurangi kecemasan pengguna mengenai jarak tempuh kendaraan listrik, utamanya bagi mereka yang kerap menempuh perjalanan jauh atau bermukim di wilayah dengan sarana pengisian daya yang terbatas.

Guna membedakan produk anyar tersebut dari lini kendaraan listrik murninya, Xiaomi akan mendirikan merek baru yang diberi nama Skynomad. Melalui Skynomad, Xiaomi berusaha menyasar konsumen keluarga yang memerlukan kendaraan berdimensi besar tanpa harus mengubah citra merek otomotif utamanya.

Saat ini, Xiaomi tengah merancang SUV besar dengan nama kode Kunlun N3 sebagai model perdana di bawah naungan merek Skynomad.

Berdasarkan potret uji jalan yang muncul di China, kendaraan itu memiliki dimensi masif dengan kap mesin tinggi, lampu depan berbentuk kotak, serta sensor LiDAR pada bagian atap guna menopang fitur bantuan pengemudi. 

SUV tersebut juga dilengkapi gagang pintu semi-tersembunyi, pelek berukuran jumbo, serta pijakan samping elektrik.

Kunlun N3 dikabarkan memiliki panjang lebih dari 5,3 meter serta mampu mengakomodasi hingga tujuh penumpang dalam konfigurasi tiga baris kursi.

Xiaomi pun disebut sedang menyusun platform baru yang nantinya bakal diaplikasikan untuk sejumlah model lain, termasuk varian lima penumpang yang lebih kecil.

Dari sisi spesifikasi, SUV ini diprediksi menggunakan baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh yang sanggup memberikan jarak tempuh antara 400 hingga 500 kilometer berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).

Produksi baterainya bakal ditangani oleh dua perusahaan China, yakni Sunwoda yang menyuplai sekitar 60 persen kebutuhan baterai dan CALB sebesar 40 persen.

Model tersebut diposisikan untuk bersaing secara langsung dengan Li Auto L9, salah satu SUV EREV premium paling laris di China. Selain itu, Xiaomi pun bakal menghadapi persaingan dari Aito M9 yang didukung Huawei di segmen kendaraan premium.

Terkini