Danantara Tawarkan Obligasi Dolar AS dengan Yield Capai 6,3%

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:29:31 WIB
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini mulai memasarkan obligasi global berbasis mata uang dolar AS dengan sasaran penggalangan dana mencapai US$ 1 miliar.

Mengacu pada dokumen pemasaran yang diakses Reuters pada Kamis (11/6/2026), Danantara Investment Management menyiapkan obligasi dengan dua jangka waktu (tenor), yakni lima dan 10 tahun. 

Danantara berencana mengincar dana sekitar US$ 500 juta untuk setiap tenor tersebut. Guna menggaet minat investor, Danantara menetapkan panduan imbal hasil awal sebesar 5,70% bagi obligasi tenor lima tahun dan sekitar 6,30% bagi tenor 10 tahun.

Tim Komunikasi Danantara Indonesia menyatakan bahwa sebagai upaya pengelolaan modal yang terukur, Danantara Investment Management (DIM) tengah mengkaji beragam opsi pembiayaan, baik di pasar domestik maupun internasional, untuk mendukung realisasi mandat investasi jangka panjang.

Langkah ini merupakan bagian dari manajemen pendanaan rutin (ordinary course of business) sebagai institusi investasi yang dikelola secara profesional. 

“Setiap inisiatif pembiayaan tunduk pada proses tata kelola, persetujuan regulasi yang berlaku, serta kondisi pasar yang berlaku,” ungkap mereka, Kamis (11/6/2026).

Sebelumnya, hasil penerbitan obligasi ini rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional korporasi secara umum, mencakup pendanaan investasi serta pembiayaan kembali (refinancing) utang yang telah ada.

Obligasi tersebut diterbitkan dalam skema program Global Medium-Term Note (GMTN) sebesar US$ 5 miliar milik Danantara. Instrumen utang ini diproyeksikan meraih peringkat layak investasi (investment grade), yakni "Baa2" dari Moody's serta "BBB" dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings. 

Dalam pelaksanaan transaksi ini, Danantara menggandeng Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, serta Standard Chartered sebagai joint bookrunners sekaligus joint lead managers.

Terkini