BI Kerek Suku Bunga, BNI Pastikan Penyaluran Kredit Tetap Berjalan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:35:31 WIB
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo. (Foto: NET)

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berkomitmen untuk terus menjaga fungsi intermediasi serta penyaluran kredit pada sektor riil, kendati Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa kenaikan BI Rate tersebut adalah langkah yang krusial untuk memelihara stabilitas makroekonomi di tengah kondisi ketidakpastian global yang masih terus terjadi.

"Sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," sebut Okki dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Menurut Okki, stabilitas ekonomi adalah fondasi utama bagi keberlangsungan pertumbuhan di sektor riil maupun industri perbankan. Dengan pasar yang lebih stabil, perbankan memiliki ruang untuk menyalurkan pembiayaan secara berhati-hati dan berkelanjutan.

Walau begitu, Okki memastikan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit, terutama bagi sektor usaha yang sensitif terhadap fluktuasi biaya dana. 

Oleh sebab itu, bank akan terus melakukan penyesuaian strategi bisnis sesuai dengan perkembangan kondisi makroekonomi serta arah kebijakan moneter.

Di tengah dinamika suku bunga yang meningkat, BNI turut memperkuat transformasi digital guna mendorong efisiensi layanan dan proses bisnis. Upaya ini meliputi pengembangan layanan perbankan digital, peningkatan pengalaman nasabah, serta optimalisasi proses kredit agar lebih cepat dan efektif. 

Selain itu, BNI memperketat penerapan tata kelola perusahaan serta manajemen risiko demi menjaga kualitas aset dan ketahanan bisnis.

Okki menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten memantau portofolio kredit, profil risiko, likuiditas, serta perkembangan ekonomi sebagai langkah mitigasi risiko.

"Kami terus memperkuat governance, manajemen risiko, dan kapabilitas digital agar tetap mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Okki.

Ke depannya, BNI akan terus mengamati perkembangan ekonomi serta kebijakan moneter untuk memastikan strategi bisnis tetap adaptif. Berbekal dukungan permodalan dan likuiditas yang memadai, BNI optimistis dapat mempertahankan kinerja yang berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkini