Perkuat Sinergi Industri, RI dan Rusia Bertemu di Forum BRICS PartNIR

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:31:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: NET)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Rusia kini meningkatkan kolaborasi sektor industri strategis melalui pertemuan bilateral di sela-sela BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 yang berlangsung di Xiamen, China.

Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa ikatan antara Indonesia dan Rusia yang telah terbina selama 76 tahun terus mengalami perkembangan seiring dengan semakin eratnya kerja sama di berbagai bidang.

Langkah Indonesia untuk bergabung dalam BRICS juga menciptakan peluang lebih besar guna memperkokoh ketahanan ekonomi serta industri domestik lewat kemitraan dengan negara anggota lain, termasuk Rusia.

"Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik untuk mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS," ujar Menperin.

Menperin menjelaskan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis untuk memperlebar kolaborasi ekonomi dan industri dengan berbagai mitra potensial. 

Forum BRICS PartNIR yang digelar pada akhir Mei lalu menjadi sarana dialog bagi negara anggota untuk memantapkan kerja sama di sektor industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, serta membangun rantai pasok global yang lebih inklusif dan tangguh.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mengeksplorasi berbagai kesempatan untuk memperkuat kerja sama industri yang saling menguntungkan, khususnya pada sektor-sektor strategis yang memiliki prospek pengembangan bersama.

Pertemuan bilateral ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, yang didampingi Plt Direktur Akses Industri Internasional Kemenperin, Binoni A. Napitupulu. Pihak Rusia diwakili oleh Counsellor from the Russian Trade Mission in China, Russian Federation, Andrei Gorobets.

Tri menegaskan bahwa mempererat komunikasi dan kemitraan internasional menjadi langkah krusial dalam membuka akses pasar, memperluas jejaring industri nasional, serta membentuk kolaborasi industri yang tangkas terhadap kemajuan teknologi global.

"Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara," tuturnya.

Di sektor perdagangan, hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral nonmigas pada kuartal pertama 2026 tercatat sekitar 1 miliar dolar AS, meningkat 1,13 persen dari periode yang sama tahun lalu. 

Adapun ekspor Indonesia ke Rusia sepanjang 2024 mencapai 3,3 miliar dolar AS, tumbuh 13,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produk unggulan Indonesia yang merambah pasar Rusia mencakup karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, komponen elektronik, hingga produk kimia. Selain pembahasan bilateral, kedua negara juga menjajaki potensi kolaborasi lebih luas dalam koridor BRICS, terutama menjelang keketuaan China di masa mendatang. 

Indonesia berharap momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama industri dan investasi antaranggota BRICS.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia mengajak Rusia untuk mendorong partisipasi pelaku usaha serta investor China dalam ajang INNOPROM 2026, di mana Indonesia menjadi partner country

Indonesia juga menyambut baik kemajuan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang telah disepakati pada Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia.

Perjanjian tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar serta meningkatkan arus perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan negara anggota Eurasian Economic Union, termasuk Rusia. 

Selain itu, Indonesia mengonfirmasi partisipasinya sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Keikutsertaan tersebut dianggap sebagai strategi untuk mengoptimalkan promosi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia sekaligus membuka celah kerja sama industri dan investasi yang lebih lebar. 

Tri optimistis penguatan hubungan bilateral ini melalui BRICS PartNIR Forum 2026 akan semakin mempererat kolaborasi kedua negara dalam mewujudkan industri yang modern, kompetitif, dan berorientasi global.

Terkini