Dapur MBG Wilayah 3T Kini Capai 8.617 Titik, Pemerintah Lakukan Evaluasi

Kamis, 11 Juni 2026 | 18:43:01 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, membeberkan bahwa jumlah lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) mengalami lonjakan signifikan, yakni dari 2.000 menjadi 8.617 titik.

“Untuk 3T itu didata ada 2 ribu titik, tapi kemudian menjadi 8.617 titik,” ujar Zulhas dalam konferensi pers Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Zulhas menuturkan bahwa penambahan tersebut menjadi sorotan pemerintah, mengingat 6.138 titik di antaranya telah memiliki Surat Keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Tidak hanya di wilayah 3T, penambahan dapur MBG juga terjadi di area aglomerasi sebanyak 6.877 titik.

“Rencana awal titik itu 21 ribu, tetapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Ada kenaikan 6.877 titik,” ucap Zulhas.

Terkait insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk setiap dapur, Zulhas mengestimasi potensi pemborosan anggaran mencapai lebih dari Rp1 triliun setiap bulan. 

“Per bulan ada pemborosan Rp1 triliun. Berarti, kalau setahun, Rp12 triliun,” tuturnya. 

Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan waktu satu bulan untuk menata ulang program ini. 

“Perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan manajemen yang baru untuk membenahi program yang sangat penting,” imbuh Zulhas.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menegaskan pihaknya kini menjalankan langkah efisiensi anggaran agar program tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara, sembari tetap menjaga target gizi penerima manfaat. 

Langkah tersebut meliputi moratorium pembukaan dapur baru untuk meninjau kembali kesesuaian kapasitas layanan, serta menghentikan sementara pendaftaran dapur baru karena sebaran yang masih terpusat di Pulau Jawa.

BGN juga melakukan refocusing terhadap sekitar 63 juta penerima manfaat agar bantuan lebih tepat sasaran. Selain itu, pengawasan kualitas layanan diperketat. 

Fokus program pada 2026 diarahkan pada peningkatan kualitas pelaksanaan, bukan sekadar kuantitas. Nanik menekankan bahwa program MBG adalah amanah untuk meningkatkan gizi anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Terkini