Airlangga: Ekspor Listrik ke Singapura Belum Bisa Dimulai Tahun Ini

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:46:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa rencana pengiriman energi listrik bersih ke Singapura belum dapat terlaksana pada tahun ini.

Hal tersebut dikarenakan pembangunan infrastruktur transmisi yang diperlukan guna menyokong ekspor listrik ke Singapura memerlukan durasi pengerjaan antara 1 hingga 1,5 tahun.

“Tidak (bisa terlaksana tahun ini). Membangun fasilitas transmisi listrik setidaknya membutuhkan waktu 1 - 1,5 tahun untuk diimplementasikan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Mengenai progres kebijakan tersebut, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan kajian teknis bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Saya pikir untuk hal ini kami masih mengevaluasi aspek teknisnya dengan Menteri ESDM. Harapannya saat pertemuan pemimpin nanti kami bisa memfinalisasi implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani tahun lalu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) perihal ekspor listrik bersih ke Singapura dengan kapasitas mencapai 3,4 gigawatt (GW) hingga tahun 2035.

Kesepakatan mengenai ekspor listrik bersih tersebut tercapai setelah melalui serangkaian proses negosiasi yang cukup lama.

Bahlil sebelumnya sempat beberapa kali mengemukakan keberatannya jika Indonesia hanya mengirimkan listrik bersih tanpa mendapatkan keuntungan timbal balik dari pihak Singapura.

Hasil dari negosiasi tersebut kemudian berujung pada kesepakatan pembangunan kawasan industri berkelanjutan yang akan dikembangkan bersama di Kepulauan Riau, yang mencakup wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

“Saya katakan bahwa hubungan kerja sama harus dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan. Kami mengirim listrik ke Singapura, dan dari hasil negosiasi, Singapura bersama Indonesia akan membangun kawasan industri bersama,” ucap Bahlil, Jumat (13/6/2025).

Terkini