IPCM Siapkan Belanja Modal Rp74 Miliar untuk Armada Baru Tahun 2026

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:42:55 WIB
PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM).

JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) menyediakan anggaran belanja modal sebesar Rp74 miliar pada 2026 guna mendukung pengadaan armada baru. 

IPCM, emiten infrastruktur yang berfokus pada layanan maritim seperti pemanduan dan penundaan kapal, merupakan anak usaha PT Pelindo Jasa Maritim, bagian dari Grup PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Arief Hermawan, Direktur Armada dan Operasi PT Jasa Armada Indonesia Tbk., mengungkapkan bahwa penambahan armada adalah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas operasional, memenuhi kebutuhan bisnis, serta membuka peluang ekspansi ke pasar baru. 

Langkah ini juga krusial untuk menjaga reliabilitas layanan serta memastikan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

"Pada tahun 2026 ini, IPCM mengalokasikan capex sebesar Rp74 miliar, dari kebutuhan dana sebesar Rp148,8 miliar. Ini multi-year untuk pembangunan kapal tunda baru dengan estimasi penyelesaian selama 28 bulan untuk dua kapal tunda," ujarnya dalam online public expose, Selasa (9/6/2026).

Arief menambahkan bahwa manajemen berkomitmen menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses investasi ini agar nilai yang dihasilkan optimal serta bermanfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang. 

Perseroan pun memastikan agenda investasi berjalan konsisten dengan fokus pada kualitas investasi untuk memberikan nilai tambah serta mendorong pendapatan.

Sementara itu, Shanti Puruhita, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk., memaparkan strategi ekspansi perseroan pada segmen pelabuhan dan ship-to-ship (STS). 

Pertama, Pelindo Grup akan menggandakan kapasitas di New Priok Container Terminal (NPCT) 1 dan NPCT 2, serta pengembangan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat dan Pelabuhan Patimban di Jawa Barat.

"Pelabuhan Patimban, kalau dulu hanya dikenal untuk mengelola mobil, saat ini telah mulai bergerak di fase kedua, yaitu untuk mengelola peti kemas. Ini akan saling melengkapi antara Tanjung Priok dan Patimban," ujar Shanti.

Kedua, di segmen STS, perseroan tengah membidik sejumlah wilayah baru sebagai target pengembangan untuk aktivitas pemindahan muatan kargo batu bara, LNG, maupun offshore transfer.

Terkini