Strategi XLSMART Pacu ESTA Prime di Tengah Selektifnya Investasi IT

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:42:43 WIB
Chief Enterprise Business XLSMART, Faby Sallyanto.

JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) bakal memperkenalkan ekosistem digital ESTA Prime dengan mengedepankan taktik keunggulan biaya operasional melalui kebijakan harga yang dipatok dalam mata uang Rupiah. 

Pihak perusahaan optimistis bahwa strategi ini mampu menjadi solusi bagi sejumlah korporasi yang memangkas anggaran investasi teknologi akibat ketidakpastian ekonomi global dan tekanan kurs. 

Sebagaimana diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah membuat biaya perangkat keras maupun perangkat lunak dari luar negeri menjadi semakin mahal. 

Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah 0,75% ke level Rp18.170 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Senin (8/6/2026). Depresiasi rupiah ini terjadi seiring dengan melemahnya mayoritas mata uang di Asia terhadap dolar AS.

Menanggapi kondisi tersebut, banyak korporasi mulai mengatur kembali strategi investasi IT mereka, yang umumnya bertransaksi menggunakan dolar AS. 

Menghadapi situasi itu, XLSMART mengambil langkah strategis untuk merespons pergeseran prioritas investasi perusahaan yang saat ini lebih berfokus pada efisiensi anggaran (cost saving) dan peningkatan produktivitas harian. 

XLSMART mengklaim solusi ESTA Prime yang ditawarkan kepada klien memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena seluruh layanan dipatok dalam Rupiah, bukan dolar. 

Dengan demikian, calon klien tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Selain itu, terdapat potongan harga untuk lini produk ESTA yang akan segera diluncurkan.

Chief Enterprise Business XLSMART, Faby Sallyanto, memaparkan bahwa dinamika pasar saat ini menuntut dunia usaha untuk meningkatkan penjualan atau menekan biaya operasional. 

Rangkaian tujuh pilar solusi dalam ekosistem ESTA, mulai dari manajemen aplikasi hingga platform komputasi awan, disusun dengan parameter performa (KPI) yang terukur sehingga klien dapat menghitung return on investment secara presisi. 

Aspek diferensiasi harga, ungkap Faby, menjadi keunggulan komparatif utama XLSMART dalam bersaing dengan para pemain teknologi global (hyperscaler) seperti AWS atau Azure. 

Selama ini, adopsi teknologi berbasis cloud dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia sangat bergantung pada penyedia global yang mengenakan tarif berbasis Dolar AS, sehingga struktur biayanya sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar.

Sektor infrastruktur penyimpanan data (storage) milik pemain global memang masif karena menyasar pasar skala dunia. 

Sebaliknya, XLSMART memilih pendekatan yang lebih spesifik dan terukur dengan membangun infrastruktur yang disesuaikan langsung dengan volume kebutuhan riil industri di dalam negeri. Dengan lokalisasi skala investasi ini, biaya per unit yang dihasilkan menjadi jauh lebih rendah. 

"Karena [ESTA] ini kami spesifik untuk kebutuhan industri di Indonesia. Apalagi tadi dalam Rupiah, dia [hyperscale] langsung dalam Dolar," ujar Faby, Senin (8/6/2026).

Di samping faktor penyesuaian skala infrastruktur, perbedaan mendasar juga terletak pada struktur biaya sumber daya manusia (cost structure base). 

Vendor global umumnya membawa tenaga ahli internasional dengan standar kompensasi ekspatriat yang tinggi, yang kemudian dibebankan pada harga jual layanan kepada konsumen. 

Sebagai penyedia lokal, XLSMART memaksimalkan talenta domestik untuk memangkas komponen biaya keahlian tersebut tanpa mengurangi kualitas desain arsitektur jaringan. 

Langkah ini sekaligus menjadi momentum transformasi peran XLSMART dari yang semula bertindak sebagai penyalur produk (reseller) pihak ketiga, kini beralih menjadi pemilik infrastruktur awan mandiri (Cloud Infrastructure). 

Kepemilikan aset teknologi secara mandiri memberikan fleksibilitas penuh bagi manajemen untuk mengontrol margin keuntungan serta menentukan harga jual yang lebih kompetitif bagi pasar lokal.

Strategi penetrasi pasar ini akan diperkuat melalui program insentif khusus yang memanfaatkan momentum pelaksanaan forum bisnis tahunan perusahaan. 

Manajemen bersiap memberikan penawaran harga khusus (special price) bagi para mitra korporasi yang melakukan kesepakatan transaksi selama perhelatan Bravo Summit berlangsung. 

Paket potongan harga ini dirancang sebagai instrumen akselerasi bagi korporasi yang ingin bermigrasi ke ekosistem digital lokal yang andal, efisien, serta aman dari risiko lonjakan biaya akibat fluktuasi valuta asing. "Jadi kami, yang at least 20%," tutur Faby.

Terkini