JAKARTA - PT PLN menginisiasi modernisasi sektor peternakan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui Program Electrifying Agriculture (EA) guna memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat nasional.
Salah satu implementasinya dilakukan pada peternakan ayam petelur CV Cahaya Tiga Putri di Kabupaten Sidrap yang kini memanfaatkan daya listrik sebesar 555 kVA, ditambah dengan penambahan daya 197 kVA untuk menunjang pengembangan sistem kandang modern.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah di Makassar, Selasa, menjelaskan bahwa program Electrifying Agriculture merupakan salah satu inisiatif strategis PLN dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih efisien, andal, dan produktif di sektor agrikultur.
“Melalui Program Electrifying Agriculture, kami ingin membantu petani dan peternak meningkatkan hasil produksi, dengan menghemat biaya operasional," ujar dia.
Ia menambahkan bahwa PLN tidak hanya menyediakan listrik sebagai kebutuhan dasar, namun juga sebagai energi pendorong produktivitas. Program ini sekaligus menjadi wujud dukungan PLN terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur CV Cahaya Tiga Putri Usman Appas menyatakan bahwa pemanfaatan listrik PLN telah mendukung perkembangan usaha peternakan menjadi lebih maju.
Penggunaan listrik PLN terbukti memberikan efisiensi biaya yang signifikan. Sebelum beralih ke listrik PLN, kebutuhan energi peternakan dipenuhi melalui pembangkit diesel dengan biaya produksi mencapai sekitar Rp4.500 per kWh.
Pasca beralih ke listrik PLN, biaya energi dapat ditekan hingga sekitar Rp1.100 per kWh. Hal ini berarti terjadi penghematan biaya operasional hingga empat kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Tercatat, penggunaan diesel menghabiskan biaya sekitar Rp240 juta setiap bulan, sementara setelah beralih ke listrik, biaya operasional peternakan ayamnya turun menjadi Rp60 juta per bulan.
“Dengan listrik PLN, kegiatan operasional peternakan menjadi jauh lebih hemat, mudah, dan efisien. Seluruh sistem kandang dapat berjalan secara otomatis sehingga pengelolaan ternak menjadi lebih optimal," ujar dia.
Selain penghematan biaya operasional, ketersediaan listrik yang andal memungkinkan implementasi sistem peternakan yang lebih modern.
Mulai dari sistem pemberian pakan, pengaturan suhu kandang, ventilasi, hingga pencahayaan kini beroperasi secara otomatis, yang berdampak pada peningkatan efisiensi kerja serta produktivitas ternak.
"Kami tidak lagi harus menyediakan dan mengelola stok bahan bakar diesel dalam jumlah besar untuk kebutuhan harian. Ini sangat membantu peningkatan produktivitas sekaligus pengembangan usaha kami,” ujar Usman.
Ia turut mengapresiasi komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi sektor agrikultur di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif memberikan apresiasi atas upaya PLN dalam mendukung para petani yang ingin beralih menggunakan pompanisasi listrik di wilayahnya.
"Kami sebagai perwakilan warga serta petani mengucapkan terima kasih atas upaya PLN dalam menghadirkan pompanisasi listrik. Kami optimis dengan adanya listrik, bisa meningkatkan produktivitas hasil panen petani di sini,” ujar dia.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa kehadiran elektrifikasi pompanisasi ini mampu meningkatkan hasil panen petani hingga tiga kali dalam setahun.