Kapolri: Keterlibatan Polisi di Pertanian Dukung Swasembada Pangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:45:51 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

JAKARTA - Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan keterlibatan polisi di sektor pertanian dan gizi seperti yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri bertujuan untuk mendukung swasembada pangan. Hal itu ia sampaikan saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Selasa (9/6/2026). 

Ia menyebut keterlibatan Polri dalam swasembada pangan sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis Presiden. "Saya kira tentunya tadi sepintas kami melihat bahwa ada tugas-tugas kami untuk bisa mendukung program-program dan kebijakan strategis untuk kepentingan nasional," katanya.

Menurutnya, swasembada pangan saat ini menjadi perhatian utama bagi Presiden untuk menghilangkan ketergantungan terhadap impor dan mampu mandiri memenuhi kebutuhan pangan nasional. "Bagaimana beliau ingin menghilangkan ketergantungan terhadap impor dan bagaimana ke depan bahwa Indonesia bisa mandiri, kemudian bisa mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk menyukseskan program swasembada pangan," ucapnya. 

Atas hal itu, ia menilai Presiden membutuhkan Polri untuk terlibat dalam proyek strategis nasional. "Dan saya kira Bapak Presiden ingin Polri bisa terlibat untuk hal-hal yang seperti itu, terkait dengan hal-hal yang strategis dan untuk kepentingan nasional," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Hukum, Omar Sharif Hiariej berpendapat bahwa keterlibatan Polri di sektor pangan dan gizi termasuk fungsi pelayanan terhadap masyarakat. "Kalau di dalam RUU itu dikatakan memberikan contoh antara lain di situlah fungsi pelayanan karena fungsi Polri yang berlaku di dunia itu kan to protect and to serve, melayani. Jadi masuk dalam melayani," kata dia.

Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan progres swasembada pangan Indonesia. Menurut Prabowo, dalam kurun waktu 5 tahun lagi, Indonesia mampu swasembada daging. 

Presiden menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan serta menjelaskan sejumlah capaian strategis yang telah berhasil diraih, terutama di sektor pangan nasional. Kepala Negara menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama.

“Kami sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kami, telur, ayam, daging kami masih belum. Ini sudah kami kerjakan mungkin kami 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kami swasembada daging. Pangan relatif kami aman,” ujar Presiden. Presiden menilai capaian tersebut menjadi hal penting di tengah situasi dunia yang saat ini dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. 

Menurutnya, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor. “Kami harus punya kekuatan, makanya kami bangun kekuatan pertahanan kami untuk jaga kekayaan kami,” ujar Prabowo.

Terkini