Astra Infra Proyeksikan 6,8 Juta Kendaraan Melintas di Tol Tangerang–Merak, Cipali, dan Jomo Saat Lebaran 2026

Selasa, 10 Maret 2026 | 13:51:30 WIB
Astra Infra Proyeksikan 6,8 Juta Kendaraan Melintas di Tol Tangerang–Merak, Cipali, dan Jomo Saat Lebaran 2026

JAKARTA - Periode mudik Lebaran selalu menjadi momen dengan mobilitas kendaraan yang sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia. 

Setiap tahunnya, arus perjalanan masyarakat menuju kampung halaman membuat sejumlah jalur utama, khususnya jalan tol, mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

Dalam menghadapi lonjakan trafik tersebut, pengelola jalan tol biasanya telah melakukan berbagai proyeksi serta persiapan sejak jauh hari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan dapat berjalan dengan lancar sekaligus menjaga keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Salah satu perusahaan pengelola infrastruktur jalan tol yang telah melakukan proyeksi trafik adalah Astra Infra. Perusahaan ini memperkirakan peningkatan volume kendaraan pada sejumlah ruas tol utama yang dikelolanya selama periode Lebaran 2026.

Proyeksi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terjadi dalam rentang waktu sebelum hingga setelah Hari Raya Idulfitri.

Proyeksi Trafik Kendaraan Selama Periode Lebaran

Astra Infra memproyeksikan sebanyak 6,8 juta kendaraan akan melintasi tiga ruas tol utamanya selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran 2026.

Angka tersebut merupakan akumulasi trafik dari tiga ruas tol yakni Tangerang-Merak (Marga Mandalasakti/MMS), Cikopo-Palimanan (Lintas Marga Sedaya/LMS), dan Jombang-Mojokerto (Marga Harjaya Infrastruktur/MHI).

VP Operational Policy and Government Relations di Astra Infra, Novianto Dwi Wibowo menjelaskan estimasi tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 2,1% dibandingkan dengan realisasi trafik pada masa Lebaran 2025.

"Secara total untuk 3 ruas utama kita yaitu Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, dan Jombang-Mojokerto, maka akan ada peningkatan perkiraan kita 6,8 juta kendaraan akan melalui 3 ruas utama kami," ujar Novianto dalam konferensi Pers di Jakarta.

Peningkatan volume kendaraan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.

Ruas Tangerang-Merak Diprediksi Menjadi yang Tersibuk

Perinciannya, ruas Tangerang-Merak diprediksi menampung volume tertinggi mencapai 3,4 juta kendaraan atau naik 2,5% dari tahun lalu.

Sementara itu, ruas Cikopo-Palimanan diperkirakan akan dilintasi 2,3 juta kendaraan, tumbuh sekitar 1,8%.

Kemudian, di wilayah Jawa Timur, ruas Jombang-Mojokerto diproyeksikan mencatat trafik sebanyak 1,1 juta kendaraan.

Volume kendaraan di ruas ini meningkat 1,4% dibandingkan dengan periode Lebaran 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa jalur-jalur utama penghubung antarwilayah tetap menjadi pilihan utama masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh selama musim mudik Lebaran.

Dengan meningkatnya volume kendaraan di sejumlah ruas tol tersebut, pengelola jalan tol perlu memastikan kesiapan berbagai fasilitas pendukung untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Persiapan Operasional untuk Menghadapi Lonjakan Kendaraan

"Untuk menghadapi 6,8 juta perkiraan yang akan melakukan perjalanan tadi, kami tentu saja mempersiapkan segala hal untuk memastikan pengguna jalan merasakan arus mudik dan balik yang lancar, aman dan nyaman," jelasnya.

Sebagai bagian dari persiapan operasional, Astra Infra telah menyiapkan berbagai sarana pemantauan lalu lintas yang dapat membantu mengawasi kondisi jalan secara real time.

Persiapan sarana mencakup pemasangan lebih dari 500 unit CCTV dan sistem traffic counting guna pemantauan jumlah kendaraan secara real-time.

Teknologi ini memungkinkan operator jalan tol untuk memantau kondisi lalu lintas secara lebih cepat dan akurat, sehingga berbagai langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila terjadi kepadatan kendaraan.

Selain itu, sistem pemantauan digital tersebut juga dapat membantu pengambilan keputusan terkait pengaturan arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Personel dan Armada Disiagakan Selama 24 Jam

Manajemen Astra Infra juga menyiagakan 800 personel selama 24 jam dengan dukungan operasional dari 90 unit armada patroli dan ambulans.

Keberadaan personel serta armada operasional tersebut bertujuan untuk memastikan penanganan cepat terhadap berbagai kondisi di lapangan, termasuk apabila terjadi gangguan kendaraan atau situasi darurat di jalan tol.

Selain dukungan operasional, perusahaan juga memastikan fasilitas penunjang bagi pengguna jalan dapat digunakan secara optimal selama periode Lebaran.

Dari sisi fasilitas penunjang, terdapat 29 rest area yang telah dilengkapi dengan SPBU, SPKLU, serta fasilitas umum lainnya.

Rest area tersebut diharapkan dapat membantu pengguna jalan yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Koordinasi dengan Pemerintah dan Kepolisian

Bowo menyebut, pihaknya juga menjalin kolaborasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, dan pihak Kepolisian untuk koordinasi rekayasa lalu lintas.

Koordinasi lintas lembaga ini penting untuk memastikan pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara efektif selama masa mudik Lebaran.

"Sarana dan prasarana ini kita sudah menyiapkan 500 lebih CCTV yang sekarang sudah terpasang, kemudian ada traffic counting untuk kita mengetahui secara real time berapa jumlah kendaraan yang melalui ruas kita per jam," pungkasnya.

Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, Astra Infra berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan yang melintasi ruas tol yang dikelola perusahaan.

Terkini