JAKARTA - Liverpool mengambil keputusan penting pada penutupan bursa transfer musim dingin dengan mempertahankan Andrew Robertson.
Langkah ini mencerminkan prioritas klub untuk menjaga keseimbangan tim di tengah situasi yang tidak ideal. Keputusan tersebut sekaligus menegaskan kepercayaan manajemen terhadap peran krusial sang bek kiri.
Isu kepindahan Robertson sempat mencuat seiring minat serius dari Tottenham Hotspur. Meski demikian, Liverpool memilih bersikap tegas dan tidak membuka negosiasi lanjutan. Klub menilai risiko kehilangan pemain berpengalaman terlalu besar pada fase krusial musim ini.
Pertimbangan utama Liverpool berkaitan langsung dengan keterbatasan opsi di sektor bek kiri. Situasi ini membuat keberadaan Robertson semakin vital. Dengan kondisi tersebut, manajemen memutuskan mempertahankan fondasi yang sudah ada.
Pertimbangan Bursa Transfer Musim Dingin
Liverpool tidak memiliki fleksibilitas penuh di bursa transfer kali ini. Salah satu faktor penentu adalah ketidakmungkinan memulangkan Kostas Tsimikas. Bek kiri asal Yunani tersebut masih menjalani masa peminjaman dan tidak bisa segera kembali.
Absennya Tsimikas membuat Liverpool kekurangan alternatif siap pakai. Melepas Robertson dalam kondisi tersebut dianggap berisiko tinggi. Klub tidak ingin menciptakan celah baru di lini pertahanan.
Keputusan ini diambil pada hari terakhir bursa transfer. Manajemen menilai stabilitas jangka pendek lebih penting dibanding potensi keuntungan transfer. Fokus utama diarahkan pada konsistensi performa tim.
Momentum Positif di Tengah Badai Cedera
Liverpool baru saja meraih kemenangan penting di Premier League. The Reds menaklukkan Newcastle United dengan skor meyakinkan 4-1 di Anfield. Hasil ini menjadi suntikan moral bagi seluruh skuad.
Kemenangan tersebut datang di tengah badai cedera yang melanda tim. Pelatih Arne Slot harus memutar otak mengatur komposisi pemain. Setiap kemenangan menjadi sangat berarti dalam situasi seperti ini.
Robertson tetap menjadi bagian penting dari skema permainan. Pengalamannya membantu menjaga keseimbangan lini belakang. Keberadaannya juga memberi rasa aman bagi pemain lain.
Nilai dan Pengalaman Andrew Robertson
Andrew Robertson dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik di Eropa. Kontribusinya selama berseragam Liverpool sangat signifikan. Ia mencatatkan 60 assist di Premier League sepanjang kariernya.
Catatan tersebut menempatkannya sebagai bek dengan assist terbanyak kedua dalam sejarah liga. Statistik ini mencerminkan peran ofensif dan konsistensinya. Robertson bukan hanya bek bertahan, tetapi juga motor serangan.
Meski demikian, performanya dinilai mengalami penurunan dalam beberapa musim terakhir. Faktor usia dan intensitas permainan menjadi sorotan. Namun, pengalamannya tetap dianggap tak tergantikan.
Proses Regenerasi dan Peran Milos Kerkez
Liverpool sebenarnya telah memulai proses regenerasi. Klub mendatangkan Milos Kerkez dari Bournemouth pada musim panas lalu. Langkah ini menjadi sinyal perencanaan jangka panjang.
Kerkez memiliki gaya bermain yang mirip dengan Robertson. Ia dikenal agresif dan memiliki stamina tinggi. Namun, adaptasinya belum berjalan mulus.
Pada paruh pertama musim 2025/26, Kerkez masih menghadapi kesulitan. Ia belum konsisten dalam membangun serangan dari lini belakang. Situasi ini membuat Robertson tetap menjadi pilihan utama.
Krisis Pertahanan dan Keputusan Realistis
Masalah Liverpool di lini pertahanan semakin kompleks akibat cedera. Ibrahima Konate dan Joe Gomez kerap mengalami gangguan kebugaran. Jeremie Frimpong dan Conor Bradley juga harus menepi.
Conor Bradley bahkan dipastikan absen hingga akhir musim. Kondisi ini membuat opsi pertahanan semakin terbatas. Virgil van Dijk menjadi satu-satunya bek tengah yang benar-benar fit.
Di posisi bek kiri, Liverpool hanya memiliki Robertson dan Kerkez. Meski klub telah mengamankan transfer Jeremy Jacquet untuk musim panas mendatang, solusi tersebut belum bisa dimanfaatkan. Dengan kondisi ini, mempertahankan Robertson menjadi pilihan paling rasional.
Keputusan Liverpool didasarkan pada kebutuhan jangka pendek dan target kompetitif. Tanpa kedalaman skuad yang memadai, risiko kehilangan poin akan semakin besar. Oleh karena itu, menjaga Andrew Robertson dipandang sebagai langkah strategis demi menjaga peluang bersaing di papan atas Premier League.