PIHPS Catat Harga Pangan Nasional per Selasa, 3 Februari 2026, Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Stabil

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:13:04 WIB
PIHPS Catat Harga Pangan Nasional per Selasa, 3 Februari 2026, Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Stabil

JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran kembali menjadi perhatian publik. 

Di tengah dinamika pasokan dan permintaan pangan nasional, pemantauan harga secara berkala menjadi acuan penting bagi masyarakat maupun pemangku kebijakan. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan kondisi harga sejumlah komoditas utama masih berada dalam rentang yang relatif terkendali, meski beberapa bahan pangan tetap mencatat harga tinggi.

PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia merilis data harga pangan terkini pada Selasa pagi, mencerminkan situasi pasar di berbagai daerah Indonesia. Komoditas hortikultura dan pangan hewani masih mendominasi perhatian, terutama cabai rawit merah dan telur ayam ras yang kerap mengalami fluktuasi harga.

Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Jadi Sorotan

Berdasarkan data PIHPS yang dilansir di Jakarta pada Selasa pukul 07.33 WIB, harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp64.150 per kilogram. Angka ini menunjukkan posisi cabai rawit merah masih berada di level tinggi, seiring dengan karakteristik komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca dan distribusi.

Sementara itu, telur ayam ras sebagai salah satu sumber protein utama masyarakat dibanderol Rp31.450 per kilogram. Harga telur ayam ras tersebut mencerminkan kondisi pasokan yang relatif stabil di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Selain dua komoditas tersebut, PIHPS juga mencatat harga bahan pangan lain yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat di berbagai daerah.

Harga Bawang dan Beras Masih Beragam

Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah tercatat berada di harga Rp43.200 per kilogram, sedangkan bawang putih dibanderol Rp40.400 per kilogram. Kedua komoditas ini menjadi bagian penting dalam konsumsi rumah tangga, terutama untuk kebutuhan memasak harian.

Sementara itu, harga beras menunjukkan variasi berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat di harga Rp14.400 per kilogram, begitu pula beras kualitas bawah II yang berada di angka Rp14.400 per kilogram. Untuk beras kualitas medium, beras medium I dihargai Rp15.950 per kilogram, sedangkan beras medium II tercatat Rp15.750 per kilogram.

Adapun beras kualitas lebih tinggi, yakni beras kualitas super I, berada di harga Rp17.150 per kilogram, dan beras kualitas super II dibanderol Rp16.700 per kilogram. Data ini menunjukkan rentang harga beras yang masih cukup lebar, memberi pilihan bagi konsumen sesuai daya beli dan kebutuhan.

Harga Cabai Lain dan Daging Tercatat di PIHPS

Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga berbagai jenis cabai lainnya. Cabai merah besar tercatat di harga Rp39.800 per kilogram, sementara cabai merah keriting berada di angka Rp41.050 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau dijual dengan harga Rp52.200 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras tercatat di harga Rp40.300 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp143.050 per kilogram, dan daging sapi kualitas II berada di harga Rp135.250 per kilogram. Harga daging sapi tersebut mencerminkan perbedaan kualitas serta rantai distribusi yang memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Gula dan Minyak Goreng Lengkapi Daftar Harga Pangan

Komoditas kebutuhan pokok lainnya, yakni gula dan minyak goreng, juga masuk dalam pemantauan PIHPS. Gula pasir kualitas premium tercatat di harga Rp19.800 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp18.350 per kilogram.

Sementara itu, untuk minyak goreng, minyak goreng curah dibanderol Rp18.850 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek I tercatat di harga Rp22.600 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II berada di angka Rp21.500 per liter.

PIHPS Jadi Acuan Pemantauan Harga Pangan

PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia berperan sebagai salah satu rujukan utama dalam memantau pergerakan harga pangan strategis di Indonesia. Data yang disajikan mencerminkan kondisi harga di tingkat pedagang eceran secara nasional, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah dalam mengambil keputusan.

Pemantauan harga secara rutin diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi pangan. Dengan informasi yang transparan dan mudah diakses, masyarakat juga dapat menyesuaikan pola belanja sesuai dengan kondisi harga yang berlaku.

Terkini

Manchester United Bersiap Hadapi Kejutan Bursa Transfer

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:29:46 WIB

Marcus Rashford Berpeluang Bangkit Bersama Manchester United

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:29:46 WIB

Volkanovski Tegaskan Mental Juara Lewat Pertahanan Gelar UFC

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:29:45 WIB

Barcelona Jaga Puncak Klasemen Lewat Kemenangan Meyakinkan

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:29:45 WIB