BNI Dorong Rehabilitasi Mangrove untuk Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

Senin, 02 Februari 2026 | 15:52:15 WIB
BNI Dorong Rehabilitasi Mangrove untuk Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan komitmen berkelanjutan melalui program rehabilitasi mangrove yang terus mencatat kemajuan hingga akhir 2025. 

Inisiatif ini difokuskan pada pemulihan kawasan pesisir yang mengalami tekanan lingkungan sekaligus membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat setempat. Pendekatan tersebut mencerminkan peran aktif sektor perbankan dalam mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Upaya rehabilitasi mangrove yang dijalankan BNI tidak hanya dipandang sebagai program lingkungan semata, melainkan juga sebagai investasi sosial jangka panjang. Kawasan Teluk Pangpang di Banyuwangi menjadi salah satu contoh nyata lokasi yang mendapat perhatian khusus. 

Program ini dirancang agar mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

BNI mengintegrasikan program tersebut ke dalam kerangka Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Pilar keberlanjutan yang diusung menekankan aspek ketahanan dan inklusi sosial. Dengan demikian, pemulihan lingkungan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Komitmen Keberlanjutan BNI

Program rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari strategi keberlanjutan BNI yang berorientasi jangka panjang. Perusahaan menilai bahwa pelestarian lingkungan pesisir menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi wilayah. Melalui pendekatan terstruktur, BNI berupaya menghadirkan manfaat yang berkesinambungan.

Pendekatan keberlanjutan ini menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program. BNI mendorong keterlibatan aktif warga lokal agar hasil rehabilitasi dapat dijaga secara mandiri. Langkah tersebut sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kawasan yang direstorasi.

Selain itu, program ini juga dirancang untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. BNI melihat keselarasan antara tujuan korporasi dan kebutuhan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan pesisir dalam jangka panjang.

Pemulihan Ekosistem Pesisir

Rehabilitasi mangrove di Teluk Pangpang diarahkan untuk memulihkan ekosistem yang terdegradasi. Kawasan tersebut sebelumnya mengalami abrasi, alih fungsi lahan, serta tekanan aktivitas manusia. Melalui penanaman dan pemeliharaan mangrove, kualitas lingkungan pesisir secara bertahap diperbaiki.

Keberadaan mangrove memberikan fungsi ekologis yang sangat penting. Tanaman ini mampu menahan laju abrasi sekaligus meningkatkan kualitas perairan di sekitarnya. Selain itu, mangrove juga menjadi habitat alami bagi berbagai biota pesisir.

Pemulihan ekosistem tersebut turut berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Mangrove dikenal sebagai penyerap karbon alami yang efektif. Dengan demikian, rehabilitasi ini memiliki dampak positif yang melampaui wilayah lokal.

Pendekatan Creating Shared Value

BNI menerapkan konsep Creating Shared Value dalam pelaksanaan program rehabilitasi mangrove. Pendekatan ini menekankan penciptaan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Dengan konsep tersebut, manfaat ekonomi dan ekologis dapat berjalan beriringan.

Melalui CSV, pemulihan lingkungan tidak dipisahkan dari penguatan ekonomi masyarakat. Program dirancang agar masyarakat memperoleh peluang pendapatan baru dari kawasan mangrove. Hal ini menjadikan rehabilitasi sebagai sumber manfaat berkelanjutan.

BNI menilai pendekatan ini efektif dalam menjaga kesinambungan program. Ketika masyarakat merasakan manfaat ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan akan meningkat. Sinergi ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan jangka panjang.

Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama keberhasilan rehabilitasi mangrove. BNI menggandeng kelompok masyarakat pengawas serta mendorong partisipasi perempuan dan pemuda pesisir. Kolaborasi ini memperkuat kapasitas lokal dalam menjaga ekosistem.

Selain penanaman, program juga mencakup pelatihan dan lokakarya. Masyarakat dibekali pengetahuan tentang pembibitan, perawatan mangrove, dan konservasi berbasis komunitas. Upaya ini bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus kesadaran lingkungan.

BNI juga mengintegrasikan penguatan ekonomi melalui berbagai intervensi. Eduwisata mangrove dan unit pembibitan dikembangkan sebagai sumber pendapatan alternatif. Langkah ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.

Dampak Jangka Panjang dan Harapan

Program rehabilitasi mangrove di Banyuwangi diharapkan memberikan dampak jangka panjang yang nyata. Pemulihan ekosistem pesisir diyakini mampu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana alam. Selain itu, penguatan ekonomi lokal menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat.

BNI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas praktik keberlanjutan. Program ini menjadi contoh bagaimana sektor perbankan dapat berkontribusi langsung pada pelestarian lingkungan. Sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

Ke depan, BNI berharap rehabilitasi mangrove dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan. Keseimbangan antara lingkungan dan ekonomi diharapkan terus terjaga. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB