Lima Dapur MBG Beroperasi Optimal Dukung Pemenuhan Gizi Papua Pegunungan

Senin, 02 Februari 2026 | 08:43:07 WIB
Lima Dapur MBG Beroperasi Optimal Dukung Pemenuhan Gizi Papua Pegunungan

JAKARTA - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Papua Pegunungan terus menunjukkan perkembangan positif. 

Hingga saat ini, lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi secara optimal untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik di sejumlah kabupaten. Keberadaan dapur-dapur ini menjadi fondasi penting dalam memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai tujuan, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis yang tidak ringan.

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat bahwa kelima dapur MBG yang telah beroperasi tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yahukimo. Operasional dapur-dapur ini menjadi indikator kesiapan daerah dalam menjalankan program pemenuhan gizi secara berkelanjutan.

Lima Dapur MBG Telah Beroperasi di Papua Pegunungan

Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menyampaikan bahwa saat ini terdapat lima dapur MBG yang telah terdata dan beroperasi secara optimal di wilayah Papua Pegunungan. Hal tersebut disampaikannya di Wamena, Minggu.

“Dapur MBG yang telah beroperasi di Papua Pegunungan sebanyak lima, empat diantaranya berjalan secara baik di Kabupaten Jayawijaya, sementara satunya di Kabupaten Yahukimo,” katanya.

Keberadaan dapur-dapur ini dinilai sangat penting dalam menjamin kelancaran distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat. Selain memastikan kualitas makanan, operasional dapur juga menjadi pusat koordinasi antara penyedia bahan pangan, tenaga pengelola, dan satuan pendidikan.

Yahukimo Lebih Awal Jalankan Program MBG

Menurut Wahyu, dapur MBG yang berada di Kabupaten Yahukimo telah beroperasi lebih awal dibandingkan dapur-dapur di Kabupaten Jayawijaya. Dapur tersebut mulai berjalan sejak Januari 2025 dan dikelola oleh Yayasan Baliem Bakti Papua.

“Dapur MBG di Kabupaten Yahukimo telah lebih dulu berjalan beberapa bulan, kemudian dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya. Jadi, dapat dikatakan, program MBG lebih dulu berjalan di Kabupaten Yahukimo dengan penerima manfaat hingga saat ini berjumlah 1.086 dari 18 satuan pendidikan mulai PAUD hingga SMA/SMK,” ujarnya.

Lebih awalnya pelaksanaan program di Yahukimo memberikan pengalaman penting dalam pelaksanaan MBG di Papua Pegunungan. Evaluasi dan pembelajaran dari dapur yang lebih dulu berjalan ini menjadi rujukan bagi pengelolaan dapur-dapur MBG di wilayah lain.

Perkembangan Jumlah Dapur di Kabupaten Jayawijaya

Sementara itu, perkembangan dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya berlangsung secara bertahap. Wahyu menjelaskan bahwa pada awal operasional, dapur MBG di wilayah tersebut hanya berjumlah dua unit, kemudian bertambah menjadi tiga, hingga kini mencapai empat dapur yang beroperasi.

“Dari empat dapur pelayanan MBG yang dikelola oleh tiga organisasi, yaitu Yayasan Kitong Bisa, Yayasan Yapis dan Yayasan Baliem Bhakti Papua dengan setiap dapur mengelola kurang lebih 3.500-4.000 paket MBG,” katanya.

Dengan kapasitas tersebut, dapur-dapur MBG di Jayawijaya memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan gizi ribuan peserta didik setiap harinya. Pengelolaan yang melibatkan berbagai yayasan juga menunjukkan adanya kolaborasi lintas organisasi dalam menyukseskan program nasional ini.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Terus Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, SPPG Papua Pegunungan tidak berjalan sendiri. Wahyu menambahkan bahwa pihaknya terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan.

Koordinasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari dukungan kebijakan, pengawasan mutu makanan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Sinergi antara SPPG dan pemerintah daerah dinilai krusial, mengingat tantangan distribusi dan logistik di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki kondisi geografis kompleks.

Upaya menjaga kualitas layanan juga menjadi perhatian utama, termasuk memastikan dapur MBG beroperasi sesuai standar keamanan pangan dan gizi yang telah ditetapkan.

Harapan Perluasan Dapur MBG di Enam Kabupaten Lain

Ke depan, SPPG Papua Pegunungan berharap jumlah dapur MBG tidak berhenti di lima unit yang saat ini telah beroperasi. Wahyu menyampaikan harapan agar dapur MBG dapat terus bertambah dan menjangkau enam kabupaten lain di wilayah Papua Pegunungan.

“Kami berharap ke depan tidak hanya lima dapur MBG di dua kabupaten, tetapi akan terus bertambah di enam kabupaten lain di Papua Pegunungan, sehingga saran pemenuhan gizi dapat menyentuh generasi muda daerah ini,” ujarnya.

Perluasan dapur MBG diharapkan dapat memperluas cakupan penerima manfaat serta memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi anak-anak dan remaja di Papua Pegunungan. Dengan semakin banyaknya dapur yang beroperasi, program MBG diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Melalui operasional lima dapur MBG yang telah berjalan optimal, BGN dan SPPG Papua Pegunungan menegaskan komitmen untuk terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan di Papua Pegunungan.

Terkini

Nuklir Jadi Pilar Strategis Kemandirian Energi Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Kilang Balongan Perkuat Distribusi Energi Nasional Terpadu

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

OPEC Plus Pertahankan Produksi Demi Keseimbangan Minyak

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:59 WIB

Program MyPertamina Fair Dorong Loyalitas Konsumen BBM

Senin, 02 Februari 2026 | 18:28:58 WIB